maktabahjamilah's Blog

Susahnya mengatakan “Haram” untuk Rokok

Posted on: Februari 26, 2010

Sebelum Philip Morris membeli saham Sampoerna, milyaran rupiah uang umat Islam lari sia-sia membiayai orang kaya tiap hari. Tapi kita susah mengatakan ‘haram’ nya

Diskursus tentang rokok memang salah satu diantara deretan masalah yang tak kunjung mendapat porsi perhatian yang cukup proporsional di negeri kita. Hampir tak ada peraturan ketat di negeri ini yang diberlakukan kepada industri tembakau, tak seperti di negara-negara lain, entah karena manisnya  pajak yang dirasakan oleh negara yang mencapai 27 trilyun dari pajak dan cukai rokok (th. 2003) atau lantaran jumlah konsumennya yang semakin meningkat setiap tahun. Padahal bahaya yang mengancam para penghisap rokok aktif dan mereka yang menghisap asap rokok secara pasif, tak kalah mengerikan. Data-data yang valid dan akurat yang menunjukkan mudharat batang tembakau ini terlalu gamblang untuk dianggap remeh.

Terungkap bahwa tingkat konsumsi rokok di negeri ini untuk perokok pemula, tumbuh paling pesat di dunia. Adapun prosentase konsumsinya, yakni 44 % perokok berusia 10 – 19 tahun dan 37 % berusia 20 – 29 tahun. (satunet.com) dan sudah pasti mayoritas konsumennya berasal dari umat Islam.

Memang secara hukum agama, merokok di negeri kita dikategorikan makruh (tidak disukai), sebuah level hukum yang nyaris menyerempet level haram lantaran mudharatnya. Namun klasifikasi hukum itupun baru ada beberapa abad pasca wafatnya RasulullahShallallaahu ‘alaihi wasallam. Dengan kata lain, makruh pada hakikatnya tidak ada di masa Rasulullah, istilah ini adalah istilah dan klasifikasi Ulama setelah mereka berijtihad untuk menentukan hal-hal yang tidak jelas status hukumnya dalam yurisprudensi Islam atau karena faktor mudharatnya yang tak cukup signifikan terhadap lima tujuan pensyari’atan agama yaitu : kehormatan agama, jiwa, akal, harta dan keturunan.

Pada hakikatnya, acuan hukum yang melandasi pemikiran bahwa merokok itu makruh adalah rapuh dan lemah, lazimnya mereka yang pro-rokok akan berargumentasi bahwa merokok itu membantu proses kontemplasi, sebagai media bersosialisasi yang cukup ampuh atau bila mereka sudah tersudut dengan fakta-fakta mudharat yang diakibatkan oleh asap nikotin itu. Mereka akan berkelit dengan alasan jika memang merokok itu haram tapi haramnya tidak terlalu kuat, … nah !

Bila kita masih bimbang dengan akibat negatif rokok, barangkali aspek-aspek berikut mampu menghilangkan kebimbangan kita :

Aspek kandungan asap rokok

Menurut WHO (World Health Organization) ternyata mengandung 4.000 zat kimia diantaranya ; Polonium –201 (bahan radioaktif), acetone (bahan pembuat cat), ammonia (bahan untuk pencuci lantai), napthalene (bahan kapur barus), DDT & arsenic (yang biasa untuk racun serangga),  hydrogen cyanida (gas beracun yang lazim digunakan di kamar eksekusi hukuman mati),

 

 

tar (bahan karsinogen penyebab kanker), nikotin (sebuah zat yang bisa menimbulkan kecanduan), methanol (bahan bakar roket), cadmium (digunakan untuk accu mobil), vinyil chloride (bahan plastik PVC), phenol bhutane (bahan bakar korek api), carbon monoxide (asap dari knalpot kendaraan) dsb. (Hidayatullah edisi Syawwal 1424 H)

Aspek kebiasaan merokok 

Aspek ini juga terbukti berhubungan dengan sedikitnya 25 jenis penyakit di berbagai organ tubuh dari kepala sampai kaki. Berikut diantaranya; Karena merokok, sistem kekebalan tubuh dapat menurun sehingga dapat menyebabkan kerontokan rambut, semburan zat kimia beracun rokok dapat mengiritasi mata dan berpeluang menyebabkan katarak, asap rokok dapat membakar protein dan merusak vitamin A sehingga kulit menjadi keriput dan kering, rokok dapat menyebabkan plague (plak) pada pembuluh darah sehingga aliran darah ke telinga jadi terhambat dan akibatnya bisa merusak pendengaran, zat kimia beracun pada rokok dapat menimbulkan plak di gigi, zat karbon dioksida pada asap rokok dapat juga mengakibatkan osteoporosis (tulang rapuh), asap rokok juga menyumbat pembuluh darah, mengakibatkan sakit jantung, stroke, racun asap rokok dapat merusak DNA, kanker rahim hingga keguguran dan masih banyak penyakit lainnya.

Belum lagi efek negatif lain yang tak kurang bahayanya, yakni efeknya terhadap ETS (Environmental Tobacco Smokes) sebuah istilah untuk orang yang mengisap asap rokok orang lain (perokok pasif) adalah sama bahkan lebih berbahaya dari perokok aktif padahal lebih dari separuh rumah tangga di Indonesia memiliki setidaknya satu orang perokok aktif dan asap berbahaya itu akhirnya disedot oleh anak dan istrinya sendiri !

Aspek ekonomi

Tak diragukan lagi bahwa merokok telah berefek negatif terhadap ekonomi keluarga. Betapa tidak, bila diasumsikan ada seseorang yang mengkonsumsi rata-rata 1 bungkus rokok per hari dengan harga standard Rp. 6.000,-, maka bisa dipastikan harus ada anggaran yang harus disiapkan oleh orang tersebut paling sedikit sebesar Rp. 180.000,-/bulan, padahal tak jarang ia menghabiskan 24 batang rokok sehari, dengan jumlah itu terakumulasi uang sebesar Rp. 2.160.000,- /tahun yang “dibakar “ sia-sia !

Sekedar perbandingan, di Malaysia, per individu bisa menghabiskan RM 1.800 / tahun atau setara dengan  Rp. 3.600.000,- hanya untuk membeli asap nikotin (1 Ringgit Malaysia = Rp. 2.000,- ).

Di Mesir, ada sekitar 13.000.000 orang menghisap 85 Milyar batang rokok setiap tahunnya dan membakar hangus  2 Milyar LIRA  mengasap di udara, rata-rata keluarga di sana menghabiskan 5 % dari penghasilannya untuk mengkonsumsi rokok. (Alahram.net)

Betapa sayangnya bila uang sebesar itu hanya digunakan untuk membeli asap racun, alangkah lebih bermanfaatnya bila uang sebesar itu dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih memberikan faedah bagi perokok dan keluarganya.

Sekian banyak data, fakta dan hasil survei di atas membuktikan bahwa mudharat dan efek negatif yang diakibatkan oleh rokok cukup signifikan.

Sebagai seorang Muslim yang berazam menjadi pengikut Rasulullah Muhammad SAW, setelah menyimak data dan fakta di atas maka kita harus benar-benar mengembalikannya kepada panduan yang telah Allah dan Rasul-Nya wariskan kepada kita. Beberapa ayat dan hadits berikut barangkali bisa menjadi bahan pertimbangan.“…dan mudharatnya lebih banyak dari manfaatnya” (Qs. Al Baqarah 219), “ … Dan janganlah kamu jatuhkan dirimu dalam kebinasaan …”( Qs. Al Baqarah 195), merokok juga termasuk israf (membuang-buang uang sia-sia) seperti dalam Qs. Al An’am 141 dan Al A’raf 31 setelah melihat begitu besarnya budget yang harus disediakan.

Dan ada lebih dari satu hadits yang menyiratkan makna bahwa merokok itu diharamkan seperti laa dharara wa laa dhiraara (tidak diperkenankan membahayakan diri sendiri dan orang lain). Juga hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang artinya “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka ia tak akan menyakiti tetangganya” tetangganya disini berarti siapa saja yang berada didekat atau lingkungannya, dalam hadits lain Rasulullah SAW juga melarang setiap hal yang memabukkan dan melemahkan sebagaiman yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Daud dari Ummu Salamah r.a.

Memang tak ada dalil yang secara tegas-tegas mengharamkan rokok, tapi mari sejenak kita renungkan dan bandingkan dengan hati yang jernih beberapa aspek negatif diatas dengan aspek positif dari batang tembakau tersebut, jawabannya ada dalam diri kita masing-masing.

Sebelum perusahaan rokok raksasa Amerika, Philip Morris membeli empat puluh persen saham PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, industri rokok ketiga terbesar Indonesia, uang miyaran rupiah setiap bulan –yang kebanyakan adalah umat Islam—hanya membiayai kehiduoan segelintir orang-orang superkaya Indonesia keturunan Cina.

Setelah ini, di mana Philip Morris International sudah empat puluh persen saham PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, uang yang kita keluarkan untuk mensubdisi rokok itu, sama halnya membesarkan perusahaan-perusahaan Amerika yang dananya –mungkin saja—untuk menyesatkan saudara-saudara seiman kita.

sumber: http://www.hidayatullah.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: