maktabahjamilah's Blog

FIQIH DAKWAH 1

Posted on: Februari 27, 2010

بسم الله الرحمن الرحيم

 

F I K I H   D A K W A H

Dakwah ialah mengajak / menyeru orang lain untuk amar ma’ruf (memerintahkan kepada yang ma’ruf) dan nahi munkar (melarang dari yang munkar).

Setiap individu muslim harus berdakwah, sebab Allah berfirman di dalam surat Ali Imran (3): 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ … (110)

Artinya: “Kalian adalah sebaik-baik ummat yang ditampilkan untuk manusia, kalian memerintahkan kepada yang ma’ruf, melarang dari yang munkar dan beriman kepada Allah.”

Bahkan ada perintah supaya ummat ini berdakwah, sebagaimana terdapat dalam surat Ali Imran (3):104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ… (104)

Artinya: “Dan hendaklah ada dari kalian itu suatu ummat yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar…”

Ayat di atas menjelaskan bahwa beban dakwah ini dipikul oleh setiap orang muslim, baik itu laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh.  Sedangkan bagi mereka yang enggan dan berlepas diri dari tugas ini, maka Allah mengancam dengan firman Nya pada surat At-Taubah (9): 38-39:

يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا مَا لَكُمْ إِذَا قِيْلَ لَكُمُ انْفِرُوْا فِى سَبِيْلِ اللهِ اثَّاقَلْتُمْ اِلَى اْلأَرْضِ، أَرَضِيْتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ اْلآخِرَةِ، فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِى اْلآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيْلٌ (38) إِلاَّ تَنْفِرُوْا يُعَذِّبْكُمُ اللهُ عَذَابًا شَدِيْدًا وَ يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَ لاَ تَضُرُّوْهُ شَيْئًا، وَ اللهُ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ (39)

 

Artinya : ”Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kalian apabila diseru “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah”, kalian merasa berat ke bumi?, apakah kalian ridla terhadap kehidupan dunia daripada akherat, padahal kesenangan (pada) kehidupan dunia ini (dibanding dengan kesenangan pada kehidupan) di akherat hanyalah sedikit. Jika kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa kalian dengan siksaan yang pedih dan (Allah) akan mengganti (kalian) dengan kaum selain kalian, sedangkan kalian tidak akan dapat memberi madlarat kepada Nya sedikit pun, dan Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Pada ayat yang lain (surat Al-Ma`idah (4):78-90), Allah menceritakan kejadian yang menimpa bani Israel tatkala mereka enggan untuk berdakwah.

لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ بَنِي اِسْرَائِيْلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ، ذلِكَ بِمَا عَصَوْا وَ كَانُوْا يَعْتَدُوْنَ (78) كَانُوْا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوْهُ، لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ (79) تَرَى كَثِيْرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا، لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ اَنْفُسُهُمْ اَنْ سَخِطَ اللهُ عَلَيْهِمْ وَ فِى اْلعَذَابِ هُمْ خَالِدُوْنَ (80)

Artinya: “Orang-orang yang kafir dari kalangan bani Israel itu dilaknat atas (perantaraan) lisan Dawud dan Isa bin Maryam, yang demikian itu disebabkan mereka berbuat maksiat dan melampaui batas. Mereka itu tidak saling mencegah dari perbuatan  mungkar yang mereka kerjakan, sungguh amat buruk apa yang mereka lakukan. Engkau (Muhammad) akan melihat kebanyakan dari mereka itu menjadikan orang-orang yang kafir sebagai wali, sungguh amat buruk apa yang telah mereka dahulukan untuk diri mereka, (yaitu) kemurkaan Allah atas mereka, dan mereka berada di dalam adzab itu dalam keadaan kekal.”

Disebabkan tujuan utama manusia diciptakan ialah agar menghambakan diri kepada Allah sebagaimana yang Allah firmankan pada surat Adz-Dzariyat (51):56, maka seharusnya segala perbuatan manusia itu bertujuan ibadah, tidak selainnya.

Dalam berdakwah, ada bebarapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: Persiapan dalam berdakwah dan Mengenali obyek dakwah.

  1. Persiapan dalam berdakwah.

Dakwah memerlukan persiapan, sebagaimana orang yang hendak membangun bangunan juga memerlukan persiapan, entah itu bahan bangunan, dan yang lainnya. Persiapan ini digunakan sebagai pondasi dalam menghadapi rintangan dan halangan yang akan ditemui saat berdakwah nanti. Persiapan tersebut ialah : Shalat Malam (Qiyamullail/Tahajjud). Allah berfirman pada surat Al-Muzzammil (73):1-5:

يَأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ اللَّيْلَ إِلاَّ قَلِيْلاً (2) نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلاً (3) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَ رَتِّلِ اْلقُرْآنَ تَرْتِيْلاً (4) إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقِيْلاً (5)

Artinya : “Wahai orang yang berselimut. Bangunlah pada seluruh malam kecuali sedikit. Setengahnya (malam) atau kurangilah darinya sedikit. Atau tambahlah atasnya dan bacalah Al-Qur’an secara tartil. Sesungguhnya Kami akan membebankan atasnya perkataan yang berat.”

  1. Mengenali Obyek Dakwah

Hal yang kedua ini juga amat sangat diperlukan, sebab setiap manusia tatkala dilahirkan di dunia ini memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Ada yang memiliki kecerdasan yang tinggi, ada yang rendah dan ada yang di antara keduanya.

Hal ini menuntut Da`i untuk mengetahui bagaimana dan dengan cara apa dia harus berinteraksi dengan masyarakat yang jadi obyek dakwahnya.

Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam bersabda:

يَسِّرُوْا وَ لاَ تُعَسِّرُوْا، بَشِّرُوْا وَ لاَ تُنَفِّرُوْا

Artinya : ”Permudahlah oleh kalian dan jangan kalian mempersulit, (serta) berilah kabar gembira oleh kalian dan jangan kalian bikin lari.” HR. Al-Bukhari dan Muslim.

bahkan diriwayatkan dengan sanad yang dla’if bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّا مَعْشَرَ اْلأَنْبِيَاءِ كَذَالِكَ أُمِرْنَا أَنْ نُكَلِّمَ النَّاسَ عَلَى قَدْرِ عُقُوْلِهِمْ

Artinya: “Kami, para Nabi, seperti itulah kami diperintahkan, (yaitu) kami mengomongi manusia sesuai dengan kemampuan akalnya.”

Dakwah itu terdiri dari dua jenis, dakwah dengan ucapan dan dengan perbuatan. Dua metode dakwah ini harus dipadukan sehingga menghasilkan gerakan dakwah yang dinamis. Sebab adakalanya dakwah dengan ucapan itu lebih berhasil daripada dakwah dengan perbuatan; dan adakalanya dakwah dengan perbuatan itu lebih berhasil dibandingkan dakwah dengan ucapan.

Bahan dan Cara Dakwah :

  1. Al-Qur`an  dan sunnah
  1. Surat Al-Furqan (25):52

فَلاَ تُطِعِ الْكَافِرِْنَ وَ جَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيْرًا (25)

Artinya: “Maka janganlah engkau mengikuti orang-orang kafir dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur`an dengan jihad yang besar.”

  1. Surat Qaaf (50):45

… فَذَكِّرْ بِاْلقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيْدِ (45)

Artinya: “ … maka berilah peringatan kepada Al-Qur`an kepada orang yang takut terhadap ancaman Ku.”

  1. Surat An-Nahl (16):125

اُدْعُ اِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَ الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَ جَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ اَحْسَنَ … (125)

Artinya: “Serulah (manusia) menuju jalan Pemeliharamu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan jalan yang baik (pula)…”

 

Tujuan Dakwah (ke mana ummat itu diseru)

  1. Kepada Allah.

Ayat-ayat yang menunjukkan tentang tujuan dakwah ini sangatlah banyak, salah satu di antaranya yang terdapat dalam surat Al-Baqarah (2) : 21

 

يَأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ اَّلذِي خَلَقَكُمْ وَ اَّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ (21)

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, Sembahlah oleh kalian Pemelihara kalian, Dzat Yang menciptakan kalian serta orang-orang (yang hidup) sebelum kalian supaya kalian bertaqwa.”

  1. Kepada jalan Allah.

Hal ini sebagaimana terdapat pada surat An-Nahl (16):125

اُدْعُ اِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ …. (125)

 

  1. Kepada pengampunan dan Jannah.

Hal ini sebagaimana terdapat pada surat Al-Hadid (57):21

سَابِقُوْا اِلًى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَ جَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَ اْلأَرْضِ … (21)

Artinya: “Bersegeralah kalian menuju ampunan dari pemelihara kalian dan jannah yang luasnya itu seluas langit dan bumi…”

Sebagai seorang da’i yang menyeru kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah itu memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:

  1. Tidak ada rasa takut dan sedih/susah, sebagaimana terdapat dalam surat Yunus (10): 62

أَلآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ اللهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَ لاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya para wali (kekasih) Allah itu tidak ada rasa takut atas mereka dan tidak pula mereka itu bersedih.”

  1. Termasuk ahlullah dan kecintaan-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik:

إِنَّ لِلّـهِ أَهْلِيْنَ مِنَ النَّاسِ. قَالُوْا : يَا رَسُوْلَ اللهِ ! مَنْ هُمْ ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ ، أَهْلُ اللهِ و خَاصَّتُهُ

 

 

 

Artinya: “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia. Mereka (shahabat) bertanya: Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu ?. Rasulullah menjawab: Mereka adalah ahlul Qur`an, (yang merupakan) keluarga Allah dan orang-orang pilihan- Nya.” HR. Ibnu Majah.

Sebagai penutup; perlu diingat, bahwa obyek dakwah itu merupakan manusia yang beraneka ragam sifat dan tingkah lakunya. Oleh karena itu, seorang da’i dituntut sabar dalam menjalankan dakwahnya dan jangan mudah putus asa. Seorang da’i harus bisa mengambil pelajaran dalam hal sabar dari para rasul dan nabi yang telah diutus. Bagaimana kesabaran nabi Nuh yang telah berdakwah selama 950 tahun dan hanya mendapatkan ± 50 pengikut atau bagaimana akibat yang menimpa nabi Yunus, tatkala beliau meninggalkan kaumnya karena berputus asa setelah melihat tidak adanya harapan dari kaumnya untuk beriman kepada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berkali-kali berfirman di dalam Al-Qur’an:

إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ / وَ اللهُ يُحِبُّ الصَّابِرِيْنَ

 

Dan perlu diingat pula, bahwa pertolongan dari Allah turun karena kesabaran. Allah berfirman dalam surat Ali Imran (3) :125

بَلَى، اِنْ تَصْبِرُوْا وَ تَتَّقُوْا وَ يَأْتُوْكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلاَفٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مُسَوِّمِيْنَ (125)

Artinya: “Ya (cukup), (bahkan) jika kalian bersabar dan bertaqwa, lalu mereka (orang-orang kafir) itu mendatangi (untuk memerangi) kalian ketika itu juga, maka pemelihara kalian akan memberikan kepada kalian bantuan (berupa) 5.000 malaikat yang memakai tanda.”

Sumberharjo, Eromoko, Wonogiri

Ahad, 23 Maret 2008

15 Rabi’ul Awwal 1429

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: