maktabahjamilah's Blog

KHUTBAH ‘IED

Posted on: Februari 28, 2010

Bismillah

PUTRA

MENJALANKAN SYARIAT ISLAM

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (4)

(KHUTBATUL HAJAH)

الله أكبر . الله أكبر . الله اكبر . لا إله إلا الله . والله أكبر . الله أكبر . ولله الحمد .

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah

Di hari yang berbahagia ini, kembali Allah mengumpulkan kita dalam satu majlis untuk saling mengingatkan dalam meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah… karena takwa merupakan pokok dari setiap amalan kita… dan ketakwaan itulah yg menjadi modal kita untuk mendapat belas kasih/rahmat Allah SWT. hingga kita dimasukkan ke dalam Jannah-Nya…

Di hari yang berbahagia ini pula, kembali Allah mengingatkan kita untuk mencontoh ketakwaan Nabi Ibrahim as. Dia telah memberi kita contoh mulia hingga terlahirlah dari didikkannya pemuda-pemuda bertakwa, anak-anak yang siap memperjuangankan syariat Allah.

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah

Mari kita mengulang sejarah, ketika Nabi Ibrahim as. benar-benar menyerahkan dirinya hanya u/ Allah SWT… Nabi Ibrahim as. mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail as.. ketika beliau menyampaikan perintah itu kepada Nabi Ismail… dengan penuh keberanian, Nabi Ismail memenuhi panggilan sang ayah, bahkan dengan penuh keyakinan dan kesabaran Nabi Ismail dg lantang mengatakan:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Wahai ayahku, laksanakan perintah Allah! InsyaAllah engkau akan dapati aku dalam keadaan bersabar.”

Subhanallah, Nabi Ibrahim sebagai seorang ayah yang cinta kepada Anaknya, tiba-tiba mendapat perintah dari Allah u/ menyembelih buah hatinya… tapi cinta beliau kepada Allah jauh lebih besar… perintah Allah harus dilaksanakan meski harus mengorbankan nyawa kesayangannya…

Dan Subhanallah, Nabi Ismail sebagai seorang anak yang telah tumbuh dalam didikan Islam… Nabi Ismail mendukung dan mendorong ayahanda untuk tidak gentar dalam melaksanakan perintah/syariat Allah…

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah

Itulah contoh yang diberikan oleh 2 orang mulia, 2 Nabi Allah, ayah dan anak yang taat, tunduk, patuh kpd aturan2 Allah, keluarga yang saling tolong menolong dalam melaksanakan aturan2 Allah…

(Seruan Menjalankan Syariat)

Allah SWT. telah memerintahkan pula kepada kita untuk menjalankan Syari’at Islam:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (65)

“Demi Pemeliharamu hai Muhammad, demi Allah, tidaklah mereka beriman sampai mereka berhukum kepadamu dalam semua urusan perselisihan mereka, kemudian mereka tidak merasa berat dari setiap perkara yang engkau putuskan dan mereka berserah diri dengan sebenar-benarnya.” (Qs. An-Nisa’: 65)

Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia itu tidaklah dikatakan beriman bila tidak berhukum dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. Maka, menjadi kewajiban kita untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan menjalankan syariat Islam… Aturan Islam harus menjadi undang-undang keseharian yang mengontrol gerak langkah kita… Aturan Islam harus menjadi manajemen amal perbuatan kita sehari-hari…

(Undang2 manusia batil, MENGUNDANG SIKSA)

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah

Allah telah melarang kita untuk mengikuti undang-undang yang dibuat manusia, undang-undang yang justru menjauhkan kita dari aturan Allah dan Rasul-Nya, undang-undang yang akan menjerumuskan para penganutnya ke dalam jurang api Neraka… semua undang-undang yang tidak datang dari Allah dan Rasul-Nya adalah thagut, dan kita diperintah untuk mengikuti aturan Allah dan diperintah untuk tidak mengikuti aturan-aturan thagut…

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ (36)

“Dan sungguh Kami telah mengutus di tiap kaum itu seorang utusan yang menyeru untuk menyembah Allah dan menyeru untuk menjauhi thagut… maka di antara mereka ada yang mendapat petunjuk Allah dan ada pula yang tersesat… maka bepergianlah di atas muka bumi dan perhatikan bagaimana akhir urusan bagi orang2 yang mendustakan.” (Qs. Az-Zumar: 36)

Bahkan di dalam ayat yang dibaca di muka tadi, Nabi Ibrahim as. dengan lantang menyatakan di hadapan kaumnya; Kami berlepas diri dari kekufuran kalian dan berlepas diri dari apa yang kalian sembah selain Allah. Dan kami nyatakan permusuhan antara kami dan kalian sampai kalian mau beriman kepada Allah semata…

Sudah saatnya kita menyatakan dengan tegas… bahwa kita adalah orang-orang beriman yang mengikuti aturan-aturan Allah saja… dan kita menolak mentah2 pemikiran2 Thagut, ajaran2 sesat, pendapat2 liberal serta kemauan2 orang kafir, meskipun jumlah mereka banyak. Karena Allah telah menyatakan:

{ وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ } 116

“Dan jika engkau mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (Qs. Al-An’am: 116)

(Bencana-bencana Nasional)

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah

Bencana, musibah, malapetaka yang akhir-akhir ini sering menimpa kita, menimpa rakyat Indonesia, adalah disebabkan oleh kelakuan-kelakuan kita sendiri… mulai dari pemerintah hingga rakyat jelata yang tidak mau menegakkan syariat Allah… ditambah dengan adanya manusia-manusia yang selalu dan selalu melakukan kemaksiatan kepada Allah… maka tak heran, hai umat Islam, bila bencana demi bencana, mulai dari musibah lumpur yang tak kunjung selesai, bencana banjir dahsyat yang menimpa perkotaan hingga kehancuran di pedesaan, gempa yang terjadi berulang kali, disusul dengan dekadensi moral, hancurnya akhlak anak-anak muda, hingga kita ditimpa dengan perang pemikiran2 sesat, bahkan akidah kita dirongrong, kita semua digiring untuk sengsara di dunia dan di akhirat… innalillahi wa inna ilaihi rojiun…

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah

Itulah akibatnya karena kita tidak mau beriman dan bertakwa… itulah musibah yang menyengsarakan karena kita tidak menjadikan syariat Allah sebagai aturan hidup kita.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ [وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ] } [الأعراف: 96]

“Kalau saja penduduk suatu negeri mau beriman dan bertakwa, sungguh Kami akan bukakan pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi… akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami binasakan mereka dari sebab apa yang mereka kerjakan.” (Qs. Al-A’raf: 96)

(Bagaimana praktis menjalankan syariat)

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah

Di hari yang bahagia ini, saya mengajak umat Islam mari kita beriman dan bertakwa. Lalu bagaimana kita beriman dan bertakwa? Kita akan memahaminya bila kita mempelajari Al-Qur’an & Sunnah. Maka dari itu, marilah kita mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah dan berusaha mengamalkannya…

(Hidup berjamaah & menjaga Shalat Berjamaah)

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah

Dari sekian banyak perintah-perintah Allah kepada kita dalam menjalankan syariat Islam, Allah menyuruh umat Islam untuk hidup berjamaah, Allah nyatakan dalam Al-Qur’aul Karim:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah secara keseluruhan dan janganlah kalian berpecah belah.”

Ibnu Katsir menjelaskan ayat tersebut dalam tafsirnya; Allah memerintah orang beriman untuk berjamaah dan melarang mereka dari berpecah belah.

Bahkan Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ أَرَادَ بُحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمْ الْجَمَاعَةَ

“Barangsiapa yang menginginkan bau surga hendaklah melazimi jama’ah.”

Kedisiplinan dalam mengarungi kehidupan ini dengan berjamaah sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw., bagaimana beliau membangun masyarakat Madinah dengan menyuruh mereka untuk shalat secara berjamaah, setiap perkara disyurokan secara berjamaah, bahkan ketika terjun ke medan perang pun… mereka bergerak secara berjamaah, di dalam pasukan itu ada pemimpin dan yang dipimpin. Sang pemimpin memimpin rakyatnya dengan penuh ketakwaan kepada Allah, baik dan bijaksana. Dan yang dipimpin, selama tidak menyalahi aturan Allah dan Rasul-Nya, ia tunduk, patuh dan taat kepada sang pemimpin.

Hai umat Islam…

Orang-orang kafir tahu kelemahan kita… mereka tahu kehancuran umat ini dimulai dari perpecahan yang terjadi dalam tubuh kaum muslimin. Mereka berusaha terus u/ bisa memecah belah umat Islam. Bila umat Islam sudah mulai saling curiga, saling menyalahkan, maka saat itu pula mereka masuk untuk melancarkan doktrin2 sesat, mulai dari munculnya nabi-nabi baru, belum lagi ucapan-ucapan orang-orang bodoh yang mengatakan bahwa syariat Islam itu tidak pantas u/ rakyat Indonesia… syariat Islam menyengsarakan masyarakat Indonesia…dst…dst… bahkan akhir-akhir ini mereka mendobrak keyakinan kita.. melalui film dan layar lebar mereka menggaungkan kiamat 2012… akidah kita sedang dirusak… akidah kita diacak2…

tapi mengapa ketika kita sadar mereka sedang merusak akidah umat Islam, justru umat Islam sendiri suka berpecah belah dan saling menjatuhkan… kenapa?!

Hai Umat Islam, bukan perpecahan yang didiridoi oleh Allah… akan tetapi Allah meridoi hidup berjamaah.

Maka, pada kesempatan yg bahagia ini, yg mulia ini, dan penuh barakah ini… saya mengajak umat Islam u/ mengingat kembali perintah Allah:

{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (208)

“Wahai orang-orang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh) janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (Qs. Al-Baqarah: 208)

Marilah kita kembali kepada Allah, bertaubat kepada Allah, mohon ampun atas segala salah dan khilaf. Dan tak lupa marilah berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah… mari kita menjalankan syariat Allah, mari kita mengarungi kehidupan ini dengan berjamaah… saling tolong menolong dalam ketakwaan… mudah-mudahan Allah meridhoi amal perbuatan kita semua… amien..amien..ya Rabbal ‘alamin… barakallohu li wa lakum…

(DOA)

PUTRI

PERAN IBU DALAM MENDIDIK ANAK

Semua bayi lahir dalam kead. Fitrah

Kaum ibu yang dirahmati Allah…

Rasulullah saw. bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah maka orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi atau nasrani atau majusi…”

Kaum ibu yang dirahmati Allah… di khutbah yang khusus ini… saya ingin mengingatkan bahwa Anda adalah madrasah bagi putra dan putri Anda… Anda adalah tempat dimana sang anak akan terbentuk karakternya… Anda menjadi tempat bagi pendidikan buah hati Anda… maka Andalah yang menentukan kedewasaan putra-putri menjadi orang yang baik atau anak yang durhaka…

Kaum ibu yang dirahmati Allah…

Janganlah Anda biarkan anak-anak Anda tumbuh dalam kesesatan… tumbuh dalam kebingungan soal agama… tumbuh menjadi anak yang bodoh soal akhirat… didiklah mereka dengan didikan agama yg benar… sekolahkan mereka di madrasah yang mengetahui bagaimana berbuat baik kepada orang tuanya… bagaimana menjalankan kewajiban2 agamanya… Anak yang shaleh dan shalehah merupakan dambaan kita semua…

Didiklah mereka dalam naungan Al-Qur’an… hingga mereka hafal dan mengamalkan kitab suci mereka… dengan demikian Allah akan mengenakan kepada orang tuanya mahkota indah nan gemerlap… Rasulullah saw. bersabda:

Tidak sampai di situ, sang anak yang shaleh akan menjadi bekal bagi orang tuanya yang akan menambah pahala bagi orang tuanya… Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seseorang telah meninggal maka terputuslah amalannya kecuali dari 3 perkara: shadaqah jariyah, ilmu bermanfaat yang diamalkan dan anak shaleh yang mendoakan bagi orang tuanya.”

Salah satu yg menjadi amal jariah bagi orang tua setelah meninggalnya adalah anak yang shaleh yang tentunya ia dibesarkan dengan pendidikan Islam yang benar… karena anak merupakan kasb (usaha) orang tuanya. Maka, setiap kebaikan dan keshalehan yang dilakukan anak… selama dirinya senantiasa berada dalam keshalehannya, maka setiap itu pula orang tua mendapat limpahan pahala dari Allah SWT…

Harapan berikutnya adalah kita dikumpulkan dengan keluarga, anak keturunan kita di akhirat kelak… tapi ingat Allah mensyaratkan ‘keimanan yg benar’ antara orang tua dan keturunan…

وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ (21)

“Dan orang-orang yang beriman dan diikuti oleh keturunan mereka dengan keimanan, maka akan kami kumpulkan mereka dengan anak cucunya…”

Dan saya mengakhiri khutbah saya, kepada kaum ibu, perbanyaklah shadaqah, biasakanlah untuk suka memberi, ajari pula putra-putri Anda u/ biasa bersedekah… itulah yang diajarkan oleh Rasulullah kepada istri-istri beliau dan juga kepada para sahabat dari kalangan muslimat…

(DOA)

Tashaddaqna… tashaddaqna…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: