maktabahjamilah's Blog

RAHASIA KECANTIKAN DAHSYAT BIDADARI JANNAH

Posted on: Februari 28, 2010

بسم الله الرحمن الرحيم

Siapakah Hurun ‘In?

Rasulullah saw bersabda:

« أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى ضَوْءِ أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّىٍّ فِى السَّمَاءِ إِضَاءَةً لاَ يَبُولُونَ وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ وَلاَ يَمْتَخِطُونَ وَلاَ يَتْفِلُونَ أَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ وَرَشْحُهُمُ الْمِسْكُ وَمَجَامِرُهُمُ الأَلُوَّةُ (العود الهندي) أَزْوَاجُهُمُ الْحُورُ الْعِينُ أَخْلاَقُهُمْ عَلَى خَلْقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمْ آدَمَ سِتُّونَ ذِرَاعًا ».

“Sesungguhnya kelompok pertama kali yang masuk ke dalam jannah itu seperti bentuk bulan di malam purnama, kemudian kelompok setelahnya bagaikan bintang yang sinarnya paling gemerlap di langit; mereka tidak kencing, tidak berak, tidak meludah, dan tidak berdahak. Sisir mereka adalah emas, keringat mereka adalah minyak wangi misk, menyan pewangi ruangan mereka adalah kayu aluwwah (kayu wangi asal India; semacam kayu gaharu), dan istri mereka adalah hurun ‘in. Akhlak mereka di atas akhlak satu orang (sama), dengan bentuk badan bapak mereka, Adam, yaitu setinggi 60 hasta.” HR Ibnu Majah dll, dari hadits Abu Hirr ra.

Jadi, hurun ‘in adalah istri penghuni jannah yang kekal abadi. Semoga Alloh Swt menerima amal kita di dunia sehingga ridha kepada kita dan akhirnya memasukkan kita ke dalam jannah-Nya yang kekal tiada henti. Amiiin.

Hurun ‘In. Sudah Adakah Detik Ini?

Rasulullah saw bersabda:

« لاَ تُؤْذِى امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا ».

“Tidaklah seorang perempuan mengganggu suaminya di dunia, melainkan istrinya dari komunitas hurun ‘in menegur, “Jangan kau ganggu dia! Semoga Alloh memerangimu! Suamimu hanyalah singgah kepadamu; dan nyaris ia meninggalkanmu menuju kami.” HR Turmudzi dll, dari hadits Mu’adz ra; shahih.

Siapakah Tokoh Perempuan Penghuni Jannah?

Rasulullah saw bersabda:

“أَتَانِي مَلَكٌ فَسَلَّمَ عَلَيَّ. نَزَلَ مِنَ السَّمَاءِ لَمْ يَنْزِلْ قَبْلَهَا فَبَشَّرَنِي أَنَّ الْحَسَنَ وَ الْحُسَيْنَ: سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَ أَنَّ فَاطِمَةَ سَيِّدَةُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ”.

“Telah datang seorang malaikat kepadaku; ia turun dari langit dan belum pernah turun sebelumnya. Lalu dia memberikan kabar gembira kepadaku bahwa Hasan dan Husain adalah kedua tokoh pemuda penduduk jannah, dan bahwa Fathimah adalah tokoh perempuan penghuni jannah.” HR Ahmad dll, dari hadits Hudzaifah ra; shahih.

Namun ketokohan Fathimah ra di atas para perempuan penghuni jannah tidaklah bersifat mutlak. Rasulullah saw bersabda:

« فَاطِمَةُ سَيِّدَةُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ مَا كَانَ مِنْ مَرْيَمَ بِنْتِ عِمْرَانَ ».

“Fathimah adalah tokoh perempuan penduduk jannah, selain untuk Maryam binti ‘Imran.” HR Ahmad dll, dari hadits Abu Sa’id ra; shahih.

Awas! Terdapat sebuah hadits sangat populer namun palsu, mengupas tentang keutamaan Fathimah ra kelak di hari kiamat, yaitu:

“إذا كان يوم القيامة نادى مناد من بطنان العرش (باطنه. الذي لا تدركه الأبصار): يا أهل الجمع ! نكسوا رءوسكم و غضوا أبصاركم حتى تمر فاطمة بنت محمد على الصراط فتمر مع سبعين ألف جارية من الحور العين كمر البرق”. (أبو بكر في الغيلانيات. عن أبي أيوب) موضوع!!!

“Jika datang hari kiamat, seorang penyeru berteriak dari bagian dalam ‘Arsy, “Hai para penghuni padang Mahsyar! Tundukkanlah kepala kalian dan mata kalian, sehingga Fathimah binti Muhammad lewat di atas shirat!” Lalu ia pun melintas bersama 70.000 cewek dari komunitas hurun ‘in, secepat kilat.” HR Abu Bakr dalam al-Ghailaniyat, dari hadits Abu Ayyub ra; HADITS PALSU!

Siapakah Perempuan-Perempuan Paling Utama di Jannah?

Rasulullah saw bersabda:

« أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ ».

“Perempuan yang paling utama dari penghuni jannah adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti ‘Imran, dan Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun).” HR Ahmad dll, dari hadits Ibnu ‘Abbas ra; shahih.

“سَيِّدَاتُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ أَرْبَعٌ: مَرْيَمُ وَ فَاطِمَةُ وَ خَدِيْجَةُ وَ آسِيَةُ”. (ك) عن عائشة (صحيح)

“Tokoh penghnuni jannah dari kalangan perempuan ada 4 orang: Maryam, Fathimah, Khadijah, dan Asiyah.” HR Hakim dari hadits ‘Aisyah ra; shahih.

Dua Bidadari Catlita Untuk Penghuni Jannah Terendah

(Catlit= baca: Cantik Jelita Tiada Tara)

Rasulullah saw bersabda:

« إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً رَجُلٌ صَرَفَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ قِبَلَ الْجَنَّةِ وَمَثَّلَ لَهُ شَجَرَةً ذَاتَ ظِلٍّ فَقَالَ أَىْ رَبِّ قَدِّمْنِى إِلَى هَذِهِ الشَّجَرَةِ فَأَكُونَ فِى ظِلِّهَا. فَقَالَ اللَّهُ هَلْ عَسَيْتَ إِنْ فَعَلْتُ أَنْ تَسْأَلَنِى غَيْرَهَا قَالَ لاَ وَعِزَّتِكَ. فَقَدَّمَهُ اللَّهُ إِلَيْهَا وَمَثَّلَ لَهُ شَجَرَةً ذَاتَ ظِلٍّ وَثَمَرٍ فَقَالَ أَىْ رَبِّ قَدِّمْنِى إِلَى هَذِهِ الشَّجَرَةِ أَكُونُ فِى ظِلِّهَا وَآكُلُ مِنْ ثَمَرِهَا. فَقَالَ اللَّهُ لَهُ هَلْ عَسَيْتَ إِنْ أَعْطَيْتُكَ ذَلِكَ أَنْ تَسْأَلَنِى غَيْرَهُ فَيَقُولُ لاَ وَعِزَّتِكَ. فَيُقَدِّمُهُ اللَّهُ إِلَيْهَا فَتُمَثَّلُ لَهُ شَجَرَةٌ أُخْرَى ذَاتُ ظِلٍّ وَثَمَرٍ وَمَاءٍ فَيَقُولُ أَىْ رَبِّ قَدِّمْنِى إِلَى هَذِهِ الشَّجَرَةِ أَكُونُ فِى ظِلِّهَا وَآكُلُ مِنْ ثَمَرِهَا وَأَشْرَبُ مِنْ مَائِهَا. فَيَقُولُ لَهُ هَلْ عَسَيْتَ إِنْ فَعَلْتُ أَنْ تَسْأَلَنِى غَيْرَهُ فَيَقُولُ لاَ وَعِزَّتِكَ لاَ أَسْأَلُكَ غَيْرَهُ. فَيُقَدِّمُهُ اللَّهُ إِلَيْهَا فَيَبْرُزُ لَهُ بَابُ الْجَنَّةِ فَيَقُولُ أَىْ رَبِّ قَدِّمْنِى إِلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَأَكُونَ تَحْتَ نِجَافِ الْجَنَّةِ وَأَنْظُرَ إِلَى أَهْلِهَا. فَيُقَدِّمُهُ اللَّهُ إِلَيْهَا فَيَرَى أَهْلَ الْجَنَّةِ وَمَا فِيهَا فَيَقُولُ أَىْ رَبِّ أَدْخِلْنِى الْجَنَّةَ. قَالَ فَيُدْخِلُهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ – قَالَ – فَإِذَا دَخَلَ الْجَنَّةَ قَالَ هَذَا لِى قَالَ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ تَمَنَّ . فَيَتَمَنَّى وَيُذَكِّرُهُ اللَّهُ سَلْ مِنْ كَذَا وَكَذَا حَتَّى إِذَا انْقَطَعَتْ بِهِ الأَمَانِىُّ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هُوَ لَكَ وَعَشَرَةُ أَمْثَالِهِ – قَالَ – ثُمَّ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ فَتَدْخُلُ عَلَيْهِ زَوْجَتَاهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ فَيَقُولاَنِ لَهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَاكَ لَنَا وَأَحْيَانَا لَكَ. فَيَقُولُ ما أُعْطِىَ أَحَدٌ مِثْلَ مَا أُعْطِيتُ ».

“Sesungguhnya penghuni jannah yang terendah posisinya adalah seorang lelaki yang Alloh palingkan wajahnya dari neraka, menghadap ke jannah, dan digambarkan kepadanya sebuah pohon yang amat rindang. Maka dia berkata, “Wahai Rabbku, majukanlah aku hingga ke pohon ini, sehingga aku dapat berteduh di bawahnya.” Alloh menjawab, “Barangkali kau nanti akan meminta yang lain kepada-Ku?” Dia jawab, “Tidak, demi Keagungan-Mu!” Maka Alloh pun memajukannya hingga ke pohon tersebut. Lalu digambarkan pula kepadanya sebuah pohon yang amat rindang nan berbuah. Maka dia berkata, “Wahai Rabbku, majukanlah aku hingga ke pohon ini, sehingga aku dapat berteduh di bawahnya dan memakan buahnya.” Alloh menjawab, “Barangkali jika Kuberikan itu kepadamu, kau nanti akan meminta yang lain kepada-Ku?” Dia jawab, “Tidak, demi Keagungan-Mu!” Maka Alloh pun memajukannya hingga ke pohon tersebut. Lalu digambarkan lagi kepadanya sebuah pohon lain yang amat rindang, berbuah, dan terdapat air di bawahnya. Maka dia berkata, “Wahai Rabbku, majukanlah aku hingga ke pohon ini, sehingga aku dapat berteduh di bawahnya, memakan buahnya, dan meminum airnya.” Alloh menjawab, “Barangkali jika Kukabulkan, kau nanti akan meminta yang lain kepada-Ku?” Dia jawab, “Tidak, demi Keagungan-Mu! Aku takkan meminta kepada-Mu selain itu.” Maka Alloh pun memajukannya hingga ke pohon tersebut. Lalu ditampakkanlah pintu jannah kepadanya, maka dia pun memelas, “Wahai Rabbku, majukanlah aku hingga ke pintu jannah, sehingga aku berada di bawah bangunan tinggi jannah, agar aku dapat melihat penghuninya. Maka Alloh pun memajukannya ke jannah hingga ia melihat jannah dan isinya. Maka ia pun berkata, “Wahai Rabbku, masukkanlah aku ke dalam Jannah.” Lalu ia pun dimasukkan ke dalam jannah. Jika ia telah masuk ke dalamnya, ia bertanya, “Ini untukku?” Alloh menjawab, “Berangan-anganlah!” Lalu ia pun berangan-angan, dan Alloh ‘Azza wa Jalla mengingatkannya: “Mintalah ini, mintalah itu.” Hingga di saat angan-angannya telah habis, Alloh berkata, “Itu semua untukmu dan sepuluh kali lipatnya.” Lalu Alloh memasukkannya ke dalam jannah, maka 2 bidadari hurun ‘in masuk menjumpainya lalu berkata, “Segala puji hanyalah bagi Alloh yang telah menghidupkan Anda untuk kami dan menghidupkan kami untuk Anda.” Ia pun berujar, “Sungguh tiada seorang pun yang diberi sesuatu melebihi nikmatku ini.” HR Muslim dll dari hadits Abu Sa’id ra.; shahih. (Lafal hadits di atas dari riwayat Ahmad)

Bonus 72 Hurun ‘In Untuk Syuhada’

Rasulullah saw bersabda:

« إِنَّ لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ – قَالَ الْحَكَمُ – سِتَّ خِصَالٍ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ فِى أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ وَيَرَى – قَالَ الْحَكَمُ وَيُرَى – مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُحَلَّى حُلَّةَ الإِيمَانِ وَيُزَوَّجَ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُجَارَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنَ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ – قَالَ الْحَكَمُ يَوْمَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ – وَيُوضَعَ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهُ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجَ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعَ فِى سَبْعِينَ إِنْسَاناً مِنْ أَقَارِبِهِ ».

“Seorang syahid mendapatkan 7 hal di hadapan Alloh: 1) Diberi ampunan di awal darahnya tertumpah. 2) Melihat tempatnya di Jannah. 3) Diberi perhiasan dengan perhiasan iman, 4) Dinikahkan dengan 72 istri dari hurun ‘in [Ya Alloh, berilah ana 72/lebih istri hurun ‘in tercantik di Jannah. Amiiin. Pen.], 5) Dilindungi dari siksa kubur, dan diberi aman dari kekagetan terbesar (terompet kedua dari malaikat isra`il; untuk kebangkitan makhluk dari alam kubur), 6) Diletakkan pada kepalanya sebuah mahkota kewibawaan; yang satu butir mutiara darinya lebih baik daripada dunia seisinya, dan 7) Diberi hak memberikan syafaat kepada 70 orang dari ahli rumahnya.” HR Turmudzi dll dari hadits Miqdam bin Ma’di Karib; shahih.

  • Perhatian!

Dalam riwayat Turmudzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, hadits ini diriwayatkan dengan redaksi: “6 hal” (bukan 7 hal). Namun demikian, al-Haitsami menjelaskan dalam Majma’ az-Zawa`id (5/351): “Demikianlah diriwayatkan oleh Ahmad. Diriwayatkan pula oleh Bazzar & Thabarani semisal hadits ini, hanya saja dalam Riwayat Thabarani disebutkan: “7 hal”. Dan kenyataannya memang disebutkan 7 hal. Baik para rawi untuk riwayat Ahmad & Thabarani adalah rawi-rawi tsiqat.

Bau Badan & Sinar Terang Hurun ‘In

Rasulullah saw bersabda:

« لَغَدْوَةٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ رَوْحَةٌ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَقَابُ قَوْسِ أَحَدِكُمْ أَوْ مَوْضِعُ يَدِهِ فِى الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَوْ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ اطَّلَعَتْ إِلَى الأَرْضِ لأَضَاءَتْ مَا بَيْنَهُمَا وَلَمَلأَتْ مَا بَيْنَهُمَا رِيحًا وَلَنَصِيفُهَا عَلَى رَأْسِهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا ».

“Sungguh satu pagi di jalan Alloh atau satu sore itu lebih baik daripada dunia seisinya. Dan sungguh sekira satu busur atau tempat cambuk seseorang di dalam jannah itu lebih baik daripada dunia seisinya. Dan seandainya seorang perempuan dari perempuan penghuni jannah melihat ke bumi, niscaya ia memenuhi antara langit dan bumi dengan bau wangi, dan niscaya ia menyinari antara keduanya, dan sungguh kerudung di atas kepalanya lebih baik daripada dunia seisinya.” Muttafaqun ‘alaih, dari hadits Anas ra. (Namun redaksi yang lengkap ini adalah riwayat Turmudzi)

Nyanyian Merdu “Memabukkan” dari Hurun ‘In

Rasulullah saw bersabda:

“إِنَّ الْحُورَ الْعِينَ لَتُغَنِّيْنَ فِي الْجَنَّةِ يَقُلْنَ: “نَحْنُ الْحُورُ الْحِسَانُ خُبِّئْنَا  ِلأَزْوَاجٍ كِرَامٍ”. (سمويه) عن أنس (صحيح)

“Sesungguhnya hurun ‘in sungguh berdendang di dalam jannah: “Kami adalah para bidadari yang cantik … Kami disimpan untuk (diserahkan) kepada para suami yang mulia.” HR Sumawaih dari hadits Anas ra; shahih.

Adapun nyanyian lengkap berikut ini, diriwayatkan dalam hadits dha’if yang artinya: “Di dalam Jannah terdapat suatu komunitas hurun ‘in; mereka mengeraskan suara-suara yang tidak didengar semisalnya oleh para makhluk: “Kami adalah para perempuan kekal abadi maka kami takkan fana/biasa. Kami para perempuan penuh kenikmatan maka tidak akan sakit. Kami para perempuan penuh kerelaan hati maka takkan pernah marah. Sungguh beruntung siapa saja yang menjadi milik kami dan kami menjadi miliknya.” HR Turmudzi dari hadits ‘Ali ra; DHA’IF.

Bonus Hurun ‘In Paling Top Bagi Penahan Marah

« مَنْ كَظَمَ غَيْظًا – وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ – دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنَ الْحُورِ مَا شَاءَ ».

“Siapapun yang menyembunyikan/menahan amarah padahal mampu melampiaskannya, niscaya Alloh menyerunya di hadapan para makhluk, hingga Dia menyuruhnya memilih hurun ‘in; Dia akan menikahkannya dengan pilihannya sesuai kemauannya.” HR Imam Empat dari hadits Mu’adz bin Anas ra; hadits hasan.

Hurun ‘In dari Istri Antum di Dunia

Rasulullah saw bersabda:

“أَيُّمَا امْرَأَةٍ تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا فَتَزَوَّجَتْ بَعْدَهُ فَهِيَ  ِلآخِرِ أَزْوَاجِهَا”. (طس) عن أبي الدرداء  (صحيح)

“Siapapun perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya, lalu ia menikah setelah itu, maka ia menjadi milik suami terakhirnya (kelak di dalam jannah).” HR Thabarani dari hadits Abu Darda` ra; shahih.

عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ لاِمْرَأَتِهِ : إِنْ سَرَّكِ أَنْ تَكُونِى زَوْجَتِى فِى الْجَنَّةِ فَلاَ تَزَوَّجِى بَعْدِى فَإِنَّ الْمَرْأَةَ فِى الْجَنَّةِ لآخِرِ أَزْوَاجِهَا فِى الدُّنْيَا فَلِذَلِكَ حَرُمَ عَلَى أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يَنْكِحْنَ بَعْدَهُ لأَنَّهُنَّ أَزْوَاجُهُ فِى الْجَنَّةِ.

Hudzaifah berkata kepada istrinya, “Jika Anda gembira menjadi istriku di Jannah, maka janganlah Anda menikah sepeninggalku, sebab seorang perempuan di Jannah menjadi milik suami terakhirnya di dunia. Karena itulah haram bagi istri-istri Nabi saw untuk menikah sepeninggal beliau, karena mereka adalah istri-istri beliau pula di Jannah kelak.” Riwayat Baihaqi nomor 13803.

Ranjang Cinta Mesra Asmara Hurun ‘In

Rasulullah saw bersabda:

“إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ اِذَا جَامَعُوا نِسَائَهُمْ عَادُوا أَبْكَارًا”. (ضعفه في ضعيف الجامع 1830 ثم صححه في الصحيحة 3351 بلفظ: «نَعَمْ ـ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ ـ دُحْمًا دُحْمًا! فَإِذَا قَامَ عَنْهَا رَجَعَتْ مُطَهَّرَةً بِكْرًا») [دحما: دفعه شديدا]

“Sesungguhnya penghuni jannah jika bersenggama dengan istri mereka, para istri itu pun kembali menjadi perawan.” Hadits ini mulanya dinilai dha’if oleh Syaikh al-Albani, kemudian beliau menilainya shahih dengan redaksi: “Ya. Demi Dzat yang jiwaku di Tangan-Nya! (Mereka bersenggama) secara dahsyat keras. Lalu jika suaminya bangkit darinya, ia pun kembali suci perawan.”

Benarkah Cewek Hurin ‘In Terlihat Sungsum Tulangnya Kakinya?

Ada diriwayatkan begini Pak:

“إن المرأة من نساء الجنة ليرى بياض ساقها من وراء سبعين حلة حتى يرى مخها و ذلك بأن الله تعالى يقول: {كأنهن الياقوت و المرجان} فأما الياقوت فإنه حجر لو أدخلت فيه سلكا ثم استصفيته (جَعْلتهُ صَافِيًا نَقِيًّا مِنْ الْكُدُورَةِ) لرأيته من ورائه”. (ت) عن ابن مسعود (ضعيف) [التعليق الرغيب 4 / 263]

“Sesungguhnya seorang perempuan dari penghuni jannah sungguh terlihat putih betisnya dari balik 70 selendang, hingga terlihat pula sungsumnya. Hal itu sebagaimana ditegaskan oleh Alloh Ta’ala: “Mereka bagaikan permata yakut dan marjan”. Yakut adalah: sebuah batu yang jika Anda memasukkan sebuah kabel di dalamnya, kemudian Anda menjernihkannya dari kotoran, niscaya dapat Anda lihat kabel itu dari bagian luarnya.” HR Turmudzi dari hadits Ibnu Mas’ud; HADITS DHA’IF.

Oleh karena hadits ini dha’if, maka tidaklah dapat dijadikan sebagai hujah. Waspadalah! Meskipun populer namun jika tidak berlandaskan dalil shahih maka tidak seyogyanya diterima begitu saja. Wallahu A’lam. Hadits dha’if ini ditakhrij juga oleh Ibnu Abi Dunia dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya. (Tuhfatul Ahwadzi 2456) Penjelasan mengenai kedha’ifan hadits ini dapat Antum lihat pada kitab at-Ta’liq ar-Raghib karya Syaikh al-Albani, juz 4 hlm. 263.

HADITS-HADITS DHA’IF & PALSU SEPUTAR HURUN ‘IN

Antara lain:

  1. Hurun ‘in diciptakan dari za’faran (minyak wangi wanita berwarna kuning): HR Thabarani dari hadits Abu Umamah; dha’if.
  2. Hurun ‘in diciptakan dari tasbih malaikat: HR Ibnu Mardawaih dari hadits ‘Aisyah ra; dha’if.
  3. Sebuah sinar terang memancar di Jannah, maka dikatakan: Apa ini? Ternyata sinar berasal dari gigi seorang hurun ‘in yang sedang tertawa di hadapan suaminya: HR Hakim dari hadits Ibnu Mas’ud ra; MAUDHU’ (PALSU).
  4. Menyapu masjid menjadi mahar bagi hurin ‘in: HR Ibnul Jauzi dari hadits Anas; MAUDHU’ (PALSU).
  5. Mengeluarkan sampah dari masjid merupakan mahar bagi hurun ‘in: HR Thabarani dari hadits Abu Qarshafah; dha’if.
  6. Betapa banyak hurun ‘in yang maharnya cukup dengan segenggam biji gandum atau segenggam kurma kering: HR ‘Uqaili dari hadits Ibnu ‘Umar ra; dha’if.
  7. Beberapa genggam kurma kering yang disedekahkan kepada orang-orang miskin menjadi mahar bagi hurun ‘in: HR Daraquthni dalam al-Afrad dari hadits Abu Umamah ra; MAUDHU’ (PALSU).
  8. Al-Qur’an terdiri dari 1 juta 27 ribu huruf. Siapapun membacanya secara sabar dan mengharap pahala, niscaya ia mendapat hurun ‘in untuk setiap hurufnya: HR Thabarani dari hadits ‘Umar ra; MAUDHU’ (PALSU).

MENU KUTEB HURUN ‘IN

  1. Siapakah Hurun ‘In?
  2. Hurun ‘In. Sudah Adakah Detik Ini?
  • Kayu Wangi Aluwwah
  1. Siapakah Tokoh Perempuan Penghuni Jannah?
  2. Siapakah Perempuan-Perempuan Paling Utama di Jannah?
  1. Dua Bidadari Catlita Untuk Penghuni Jannah Terendah
  2. Bonus 72 Hurun ‘In Untuk Syuhada’
  • Al-Faza`ul Akbar (Kekagetan Terbesar)
  • Perhatian!
  1. Bau Badan & Sinar Terang Hurun ‘In
  2. Nyanyian Merdu “Memabukkan” dari Hurun ‘In
  3. Bonus Hurun ‘In Paling Top Bagi Penahan Marah

10. Hurun ‘In dari Istri Antum di Dunia

11. Ranjang Cinta Mesra Asmara Hurun ‘In

  1. Benarkah Cewek Hurin ‘In Terlihat Sungsum Tulangnya Kakinya?
  2. HADITS-HADITS DHA’IF & PALSU SEPUTAR HURUN ‘IN

[ Koreksi isi langsung kepada penulis: Abu Zaidan al-Mahfouz 0878 3601 3279. Jazakumullahukhairan ya akhi/ukhti ]

وَ اللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ. وَ عِلْمُهُ أَتَمُّ. وَ الْحَمْدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ. (ذو الحجة 1430 هـ/2009 م)

Alhamdulillah, ana telah membaca kuteb ini hingga tamat pada: …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: